Jejakara
Koleksi Atelier Cerita

Perawatan

Lima langkah · 10 menit

Kulit tan nabati dan kayu justru makin bagus kalau dirawat — bukan karena dilapisi, tapi karena diberi jeda dan kelembapan yang cukup.

Beri jeda setelah pakai

Keluar dari kaki, tali dilepas, jangan langsung disimpan dalam keadaan lembap. Angin-anginkan semalam di tempat teduh — pori-pori kulit perlu kembali bernapas sebelum dipakai lagi besok.

Bersihkan kering dulu

Debu dan pasir disikat lembut dengan sikat kuda atau kain kering, arah serat kulit. Noda membandel: kain sedikit lembap, tanpa sabun dan tanpa tisu basah — bahan kimia justru mengeringkan warna.

Lembapkan tiap 2–4 minggu

Oleskan krim pelembab kulit tanpa pewangi tipis-tipis, pijat melingkar, diamkan semalam lalu poles paginya. Kulit yang kelembapan cukup tidak mudah retak di lipatan dan patinanya jadi rata.

Simpan jangan dibungkus rapat

Masukkan shoe tree atau kertas koran supaya bentuk tetap, simpan di rak teduh. Hindari plastik (lembap), sinar matahari langsung, dan heater — panas membuat kayu retak dan kulit kaku.

Sol kayu: lap kering, jangan direndam

Sol sonokeling dan jati dibersihkan dengan lap kering saja. Kalau basah karena hujan, keringkan di angin suhu ruang — jangan dijemur panas. Minyak kayu cukup dua kali setahun untuk menjaga kilap.

Catatan

Sepatu yang dipakai hujan-hujanan bukan masalah: keringkan benar di langkah pertama, dan lembapkan satu langkah lebih awal. Kalau sol sudah tipis atau jahitan mulai lepas, kirim ke atelier untuk perbaikan — bukan diganti.

Merawat sol kayu di atelier Poles akhir — atelier Yogyakarta

Bahan yang dirawat

Kulit veg-tan →

Sol kayu sonokeling

Selengkapnya →